Cara menghadapi situasi darurat dengan Si Pete

IMG_20161114_114828.jpg

 

Cara menghadapi situasi darurat dengan Si Pete

Hari itu, Sabtu, 12 Nopember 2014, sekitar pukul 10.00 WIB. Kepala Alec terasa sangat pusing dan berat. Ini pertanda tekanan darah sedang tinggi. Karena, kalau kepala terasa pusing tapi ringan melayang, itu pertanda tensi sedang rendah. Untuk memastikannya, Alec minta tolong ke tetangga mengukur tensinya. Alhasil, tekanan darah Alec mencapai 200/130. Tinggi sekali!

(cestarweb): Sebelumnya tensi Alec untuk waktu cukup lama sempat normal-normal saja, sekitar 160/90 sejak menjalani terapi air putih yang ia praktekkan sejak tahun lalu, demi menghentikan obat farmasi yang diresepkan dokter.

Sebetulnya, untuk pria awam berusia hampir 47 tahun, tekanan 160/90 terhitung agak tinggi. Tapi bagi penderita hipertensi esensial seperti Alec, tensi segitu sudah dianggap normal.

Kelemahan terapi ini, pantang terkena asupan garam. Walaupun hanya sedikit, katakanlah untuk kumur-kumur karena sakit gigi, sepersekian persen kandungan air garam yang tertelan ke dalam kerongkongan bisa memicu tekanan darah naik secara drastis.

Karena, terapi air menyebabkan volume air dalam darah menjadi tinggi sehingga mudah sewaktu-waktu menimbulkan tekanan atau dorongan yang kuat dalam pembuluh darah.

Sebaliknya, obat darah tinggi yang banyak diresepkan dokter, terutama dari jenis meta atau v-blocker, justru memblokir masuknya air ke pembuluh darah, sehingga dalam waktu pendek, darah kekurangan air dan daya tekananpun menjadi berkurang.

Artinya, tekanan darah turun secara semu, karena darah kekuarangan air, bukan turun dalam arti yang sesungguhnya!

Untuk jangka waktu lama, pemblokiran air seperti ini bisa memicu kerusakan berbagai sel pada organ-organ penting tubuh manusia, termasuk ginjal, level, pankreas, jantung, dan lain-lain.

Alhasil, karena ingin mengobati darah tinggi, berbagai komplikasi lain bisa muncul akibat pemakaian obat farmasi yang mengadung bahan sintetis alias kimia.

Satu-satunya jalan adalah, cari alternatif yang aman. Artinya, mencari sesuatu yang bisa menurunkan tensi, tapi aman dikonsumsi. Jawabannya hanya satu, herbal!

Berbagai rebusan air herbal sudah ia coba, mulai dari daun salam dan jeruk, seperti yang pernah disarankan seorang kawan hingga ke daun pandan sukun seperti saran tetangga, telah ia coba. Namun belum ada hasil yang memuaskan.

Hingga Sabtu itu, Alec ingat ia punya jadwal mengajar di sekolah hari itu selepas waktu zuhur.  Rasa bersalah karena sudah hampir sebulan tidak mengajar, memaksa Alec memutar otak, bagaimana tetap bugar tampil di depan kelas selepas zuhur.

Hampir sebulan sebelumnya, Alec terpaksa tidak masuk kelas karena diserang asam urat. Selidik punya selidik, tingginya kadar asam urat, rupanya disebabkan oleh pete dan kulit pete rebus yang kerap ia makan sebagai teman lauk-pauk.

Ironis! Di saat buah dan kulitnya bisa memicu zat purin penyebab asam urat, air rebusan pete justru kaya akan kalium, zat yang bisa menurunkan tensi darah dalam seketika.

Di saat ia sulit berjalan karena persendian kaki pada perih dan bengkak akibat asam urat, tensi Alec justru di luar dugaan, sangat normal, 130/80 bahkan untuk orang awam sekalipun!

Di situlah kuncinya! Jika asam urat Anda tinggi, hindari makan pete. Tapi jika normal, pete adalah pagatok (Minang untuk lalapan) yang paling menyegarkan karena kandungan gizinya yang terbilang super lengkap.

Ingat akan hal itu, Alec langsung merebus seikat pete. Tak sampai 10 menit kemudian, jam menunjukkan pukul 10.30 WIB, air rebusan pete siap disajikan. Butuh 2-3 menit untuk mendinginkannya hingga suam-suam kuku dan  air bisa diminum.

Begitu terasa hangat di lidah, air rebusan pete langsung ia teguk hingga dua gelas sekaligus. Mungkin karena airnya hangat, keringat mulai mengucur dengan deras. Entah kenapa, rasa pusing mulai berkurang. Dan, pete serta kulitnya tidak ia makan, diberi ke tetangga.

Waktu mulai menunjukkan pukul 10.20 WIB. Alec melangkah ke luar rumah, mencari posisi yang paling nyaman untuk latihan pernapasan.  Itulah keuntungan tinggal di kampung. Udara sekitar masih sejuk segar.

Setelah mendapatkan spot yang tepat, Alec melakukan pijatan-pijatan halus di sekitar urat mariah (dari kata marih, arab, artinya leher). Urat leher berperan penting dalam memperlancar aliran oksigen ke dalam paru-paru dan pembuluh darah lainnya.

Lima menit kemudian, letihan pernapasan beralih ke gerakan seperti orang habis salam usai tasyahud akhir dalam shalat. Bedanya, gerakan ini dilakukan lebih pelan dan berulang-ulang.

Ketika kepala menghadap ke kanan, ambil napas dalam-dalam, tariklah oksigen sebanyak mungkin sampai rongga dada terasa penuh, dan jika ditiupkan secara tiba-tiba ke lubang sumpit, ia bisa melontarkan anak sumpit hingga puluhan meter, seperti sistem pneumatic pada pompa senapan angin.

Jika udara dalam dada sudah terasa sedemikian padatnya, arahkan muka ke depan, tahan napas untuk sementara waktu, dilanjutkan dengan mengalihkan pandangan ke arah kiri, sembari membuang napas pelan-pelan.

Sedemikan pelannya, sehingga butuh waktu cukup lama untuk mengosongkan kembali paru-paru dan wilayah dada dari udara yang tadi sempat dimampetkan.

Lakukan hal itu berulang kali. Ambil napas dalam ketika menghadap ke kanan, tahan napas ketika menghadap ke depan dan buang napas setelah menghadap ke kirim. Semua dilakukan dengan cara halus dan perlahan.

Waktu menunjukkan pukul 11.10 WIB ketika Alec menghentikan latihan pernapasan dan minta tolong tetangga untuk mengukur ulang tensinya.

Dan, bingo!

Tensi Alec telah melorot drastis ke angka 150/90. Suatu angka yang sangat normal bagi dia. Dan,  saat yang aman untuk mandi.

Perlu diingat bahwa, saat kepala Anda pusing, jangan mandi!

Karena, kepala pusing bisa berarti dua hal. Jika kepala terasa berat, maka kemungkinan darah tinggi (hipertensi), mandi bisa berisiko stroke! Pembuluh darah ke otak ada yang pecah.

Begitu juga, jika kepala terasa ringan, maka kemungkinan darah rendah (hipotensi), mandi juga bisa berisiko stroke! Darah tak sampai ke otak.

Untuk menhindari itu, lakukan ‘terapi bau pesing’ dengan meminum air rebusan pete dan olah pernapasan seperti yang telah dijelaskan di atas, dan jangan lupa mengontrol tekanan darah.

Akhirnya, selepas sholat Zuhur, Alec bisa ke mengajar ke sekolah dan tampil di depan kelas dengan segar bugar, karena tekanan darah normal dan asam urat juga mulai turun sehingga langkah kaki menjadi lebih ringan.

 

Wallahu ta’ala ‘alam.

Hambalang, 14 Nopember 2016

Ali Cestar

https://www.facebook.com/cestar

https://cestarweb.wordpress.com

img_20161114_114828